WhatsApp baru saja launching fitur yg memungkinkan pengguna bergabung dengan grup video call walaupun panggilan telah dimulai. Namun penggunaan fitur gres ini memiliki potensi bahaya berbentukpenyadapan.

Hal ini diungkapkan oleh Victor Chebyshev, Lead Security Researcher Kaspersky, seperti dikutip CNBC Indonesia dari gosip resminya, Jumat (23/7/2021).

Menurut Victor Chebyshev, dari sudut pandang keamanan kesanggupan bergabung dengan panggilan grup video call yg melakukan berjalan berbagi risiko penyadapan (eavesdropping).

"Secara biasa , jika para penyerang berada di grup WhatsApp, tak mulai susah untuk mereka bagi terhubung ke panggilan. Para penyerang cuma mesti menunggu sampai sebagian besar akseptor telah bergabung dan kemudian berharap mereka mampu ikut serta tanpa dikenali. Penyerang juga tak butuhduduk terlalu usang menunggu panggilan dimulai, sebab mereka bisa terhubung kapan saja," ungkapnya.

Perlu dicatat anggota grup - terutama admin - bisa melacak partisipan dan memutuskan bahwa orang luar tidak bergabung. Selain itu, aplikasi messenger itu sendiri menjamin privasi pertukaran data dalam grup lewat penggunaan enkripsi end-to-end.

Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yg menjajal meluncurkan serangan man-in-the-middle, tidak mulai dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup.

"Hingga dikala ini, sebagian besar perangkat lunak berbahaya berkonsentrasi pada penyadapan pesan WhatsApp dan obrolan daring yg diarsipkan, dan kami belum menemukan persoalan terkait penyadapan panggilan apa pun, khususnya panggilan grup," ungkap Victor Chebyshev.

"Namun demikian, bila perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan mulai mempunyai kemampuan untuk merekam mikrofon dan kamera pada perangkat - sehingga memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun, terlepas dari akses komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau menghubungi secara reguler di ponsel."

Artikel ini elah tayang di : CNBCIndonesia