Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan syarat yang mesti dipenuhi biar mendapatkan set top box tv digital gratis.
Peralihan ke televisi digital dan mematikan siaran analog di tempat ini akan dikerjakan pada 17 Agustus mendatang.

Penghentian siaran televisi analog akan dilakukan dalam lima tahap dengan keseluruhan waktu pelaksanaan tidak melalui tanggal 2 November 2022.

Berdasarkan pasal 85 PP Postelsiar, set top box digital gratis cuma diberikan terhadap rumah tangga miskin yang masih memakai televisi analog.

"Bagi rumah tangga miskin (menerima perlindungan) berbentukalat penerimaan siaran/set top box yang berfungsi buat menayangkan siaran televisi digital pada perangkat televisi usang yang hanya bisa mendapatkan siaran analog, sehingga penduduk tetap mampu melihat siaran tanpa

mengganti perangkat televisinya," mirip tertulis dalam isu resmi, Rabu (21/7).

Lebih lanjut, Kementerian Kominfo menyebut tengah merencanakan pelaksanaan penyaluran set top box bagi rumah tangga miskin. Penyediaan set top box ini berasal dari dukungan penyelenggara multipleksing secara proporsional dan Pemerintah lewat LPP TVRI.

Pembagian set top box buat ASO tahap pertama mulai ditawarkan oleh grup Surya Citra Media (SCM), Media, dan Rajawali.

Pembagian mulai dikerjakan lewat koordinasi dengan Pemda Provinsi serta Pemda Kabupaten/Kota yang wilayahnya masuk dalam tahap pertama ASO.

Wilayah yg masuk dalam tahap pertama ASO selaku berikut:
1. Aceh 1 (Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh)
2. Kepulauan Riau (Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang)
3. Banten (Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang)
4. Kalimantan Timur (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang)
5. Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan)
6. Kalimantan Utara (Kabupaten Nunukan)

Kementerian Komunikasi dan Informatika menghimbau terhadap penduduk yang bertempat tinggal di tempat-daerah ASO tahap 1 buat eksklusif beralih ke siaran digital.

"Hampir segala siaran analog telah tersedia secara digital dengan kualitas yg jauh lebih baik. Apabila perangkat televisi di rumah belum digital maka cukup dengan memasang set top box," mirip tertulis dalam informasi tersebut.

Sejak tanggal 9 April 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat tim evaluasi penyelenggara multipleksing siaran televisi digital terestrial, sudah menggelar proses penilaian bagi memutuskan status Lembaga Penyiaran Swasta selaku Penyelenggaraan Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial di 12 provinsi.

Hal tersebut yaitu pelaksanaan amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 perihal Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar) serta pelaksanaannya dilaksanakan dengan berpedoman pada Keputusan Menteri Kominfo Nomor 88 Tahun 2021 wacana Panduan Evaluasi dan Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran Televisi Digital Terestrial.

Proses penilaian tersebut disertai oleh tujuh grup Forum Penyiaran Partikelir (LPS) adalah grup Surya Citra Media, Media, Rajawali Televisi, Trans Media, Media Nusantara Citra, Berita Satu dan Viva.

Namun, cuma tiga grup yang lolos evaluasi adalah Grup Surya Citra Media (SCM) yg berisikan SCTV dan Indosiar di 12 (beberapa belas) provinsi meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Di Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Grup Media yaitu Metro TV di 11 (sebelas) provinsi adalah Aceh, Sumatera Utara, Banten, jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Di Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Grup Rajawali yaitu RTV di 1 (sesuatu) provinsi yaitu di DKI Jakarta. Adapun evaluasi kepada empat grup LPS lainnya yaitu Trans Media, Media Nusantara Citra, Berita Satu dan Viva, dikala ini masih berlangsung.

Baca postingan CNN Indonesia "Syarat Dapat Set Top Box TV Digital Perdeo"